Saturday, July 4, 2009

Masuk Bakul Angkat Sendiri

Penyakit suka memuji diri sendiri.

...parah nih... kalau ada orang yang begitu, memang boring nak dengar ceritanya..dia aje yang bagus.


Boleh ke memuji diri sendiri ni?..alasan yang selalu didengar.."abis tu, siapa lagi nak puji kalau bukan aku sendiri?" ..bukan ke desperado tu? Sebuah virus yang merbahaya. lebih bahaya dari H1N1 nih. Orang yang menderitanya, umumnya ingin menunjukan lagak, ingin menunjuk sumbangannya kepada sekelilingnya. Niat-niat ini sinonim dengan riya' dan sum'ah. Tujuan yang salah melalui cara yang tidak terpuji dan salah pula iaitu dengan memuji diri sendiri, sehingga terjadi kekeliruan yang berganda.



Hukum asal memuji diri sendiri:

Pada asalnya, memuji diri sendiri itu terlarang. Hal ini masuk dalam kandungan firman Allah, "Maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah Yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa". (An-Najm:32)

Imam an-Nawawi r.h mengetengahkan ayat diatas dalam perbahasan "pujian seseorang kepada diri sendiri dan menceritakan sisi-sisi kebaikannya". Kemudian beliau menyatakan bahwa menyebut-nyebut kebaikan peribadi merupakan perbuatan tercela jika ditujukan untuk bangga diri, menonjolkan ketinggian martabat, mengunggul-unggulkan diri dihadapan rakan-rakan dan tujuan-tujuan serupa lainnya.


Ke "aku"an

Siapa tak kenal Iblis, Fir'aun dan Qarun?..

Penyakit ke"aku"an inilah yang menjerumus Iblis, Fir'aun dan Qarun ke jurang kekufuran.


Allah berfirman, "Hai Iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada (Adam) yang telah Ku-ciptakan dengan tangan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu(merasa) termasuk orang-orang yang(lebih) tinggi?". Iblis berkata: "Aku lebih baik daripadanya, kerana Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah". Allah berfirman, "maka keluarlah kamu dari syurga: sesungguhnya kamu adalah orang yang diusir. Sesungguhnya kutukan-Ku tetap atasmu sampai hari pembalasan". (Shad:75-78)


"Dan Fir'aun berseru kepada kaumnya (seraya) berkata, "Hai kaumku, bukankah kerajaan Mesir ini kepunyaanku.(bukankah) sungai-sungai ini mengalir dibawahku, apakah kamu tidak melihat? Bukankah aku lebih baik dari orang yang hina ini dan yang hampir tidak dapat menjelaskan (perkataannya). (az-Zukhruf:51-52)


"Qarun berkata: "Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu, kerana ilmu yang ada padaku". (al-Qashash:78)



Sembunyikan amalanmu dan yakin Allah akan membalas kebaikan anda.


Pada dasarnya, seorang muslim diharuskan bersikap tawadhu, rendah hati, tak menyombongkan diri. Kerana semua kebaikan dan keunggulan dirinya tidak lain bersumber dari Allah.

Namun jika keadaan menuntut kita berbuat demikian, boleh dilakukan, seperti adanya kandungan maslahah diniyyah (manafaat dari sisi keagamaan) contohnya memberi nasihat, mengajak kepada kebaikan, pendidik, menjadi penengah antara dua orang yang berkonflik dan lain-lain.



wallahu a'lam.

No comments: