Saturday, July 4, 2009
Masuk Bakul Angkat Sendiri
...parah nih... kalau ada orang yang begitu, memang boring nak dengar ceritanya..dia aje yang bagus.
Boleh ke memuji diri sendiri ni?..alasan yang selalu didengar.."abis tu, siapa lagi nak puji kalau bukan aku sendiri?" ..bukan ke desperado tu? Sebuah virus yang merbahaya. lebih bahaya dari H1N1 nih. Orang yang menderitanya, umumnya ingin menunjukan lagak, ingin menunjuk sumbangannya kepada sekelilingnya. Niat-niat ini sinonim dengan riya' dan sum'ah. Tujuan yang salah melalui cara yang tidak terpuji dan salah pula iaitu dengan memuji diri sendiri, sehingga terjadi kekeliruan yang berganda.
Hukum asal memuji diri sendiri:
Pada asalnya, memuji diri sendiri itu terlarang. Hal ini masuk dalam kandungan firman Allah, "Maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah Yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa". (An-Najm:32)
Imam an-Nawawi r.h mengetengahkan ayat diatas dalam perbahasan "pujian seseorang kepada diri sendiri dan menceritakan sisi-sisi kebaikannya". Kemudian beliau menyatakan bahwa menyebut-nyebut kebaikan peribadi merupakan perbuatan tercela jika ditujukan untuk bangga diri, menonjolkan ketinggian martabat, mengunggul-unggulkan diri dihadapan rakan-rakan dan tujuan-tujuan serupa lainnya.
Ke "aku"an
Siapa tak kenal Iblis, Fir'aun dan Qarun?..
Penyakit ke"aku"an inilah yang menjerumus Iblis, Fir'aun dan Qarun ke jurang kekufuran.
Allah berfirman, "Hai Iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada (Adam) yang telah Ku-ciptakan dengan tangan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu(merasa) termasuk orang-orang yang(lebih) tinggi?". Iblis berkata: "Aku lebih baik daripadanya, kerana Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah". Allah berfirman, "maka keluarlah kamu dari syurga: sesungguhnya kamu adalah orang yang diusir. Sesungguhnya kutukan-Ku tetap atasmu sampai hari pembalasan". (Shad:75-78)
"Dan Fir'aun berseru kepada kaumnya (seraya) berkata, "Hai kaumku, bukankah kerajaan Mesir ini kepunyaanku.(bukankah) sungai-sungai ini mengalir dibawahku, apakah kamu tidak melihat? Bukankah aku lebih baik dari orang yang hina ini dan yang hampir tidak dapat menjelaskan (perkataannya). (az-Zukhruf:51-52)
"Qarun berkata: "Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu, kerana ilmu yang ada padaku". (al-Qashash:78)
Sembunyikan amalanmu dan yakin Allah akan membalas kebaikan anda.
Pada dasarnya, seorang muslim diharuskan bersikap tawadhu, rendah hati, tak menyombongkan diri. Kerana semua kebaikan dan keunggulan dirinya tidak lain bersumber dari Allah.
Namun jika keadaan menuntut kita berbuat demikian, boleh dilakukan, seperti adanya kandungan maslahah diniyyah (manafaat dari sisi keagamaan) contohnya memberi nasihat, mengajak kepada kebaikan, pendidik, menjadi penengah antara dua orang yang berkonflik dan lain-lain.
wallahu a'lam.
Friday, July 3, 2009
JANGAN MARAH...BAGIMU SYURGA.
Angry? so angry? Don't make me angry, i'll turn into hulk...
be cool.. :)
Marah ialah bergejolaknya darah dalam hati untuk menolak gangguan yang terjadi atau kerana ingin membalas dendam kepada orang yang menimpakan gangguan yang terjadi padanya.
Pada hakikat, marah tidak dilarang kerana merupakan perkara tabi'at dari perilaku kebiasaan manusia.
Marah yang dilarang adalah marah mengikuti emosi dan hawa nafsu yang pengaruhnya membawa kepada penyesalan.
Nabi SAW memerintahkan orang yang sedang marah untuk melakukan berbagai sebab yang dapat menahan dan meredakan amarah seseorang itu. Dan Beliau memuji orang yang dapat mengendalikan dirinya ketika marah.
Di antara cara yang diajarkan Nabi SAW dalam merendam amarah adalah:
1. Mengucapkan:
أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِDiriwayatkan dari Sulaiman bin Shurad r.a, ia berkata: "Kami sedang duduk bersama Nabi SAW tiba-tiba ada dua lelaki saling mencaci dihadapan Nabi SAW. Seorang darinya mencaci temannya sambil marah, wajahnya merah, urat lehernya menegang, maka Nabi SAW bersabda: "sungguh, aku mengetahui satu kalimat, jika ia mengucapkannya nescaya hilanglah darinya apa yang ada padanya(amarah). Seandainya ia mengucapkan,
أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ(Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk(direjam))".
Para sahabat berkata,"tidakkah engkau mendengar apa yang dikatakan Rasulullah?" lelaki itu menjawab,"aku bukan orang gila". (Sahih. HR Bukhari 3282, Muslim 2610).
Firman Allah ,"..Dan jika syaitan datang menggodamu, maka berindunglah kepada Allah. Sungguh , Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui. (al-A'raf:200)
2. Nabi SAW mengajarkan agar orang yang marah untuk duduk atau berbaring.
Dari Abu Dzarr r.a, Beliau SAW bersabda: "Apabila seorang dari kalian marah dalam keadaan berdiri, hendaklah ia duduk; apabila amarah telah pergi darinya, (maka itu baik baginya) dan jika belum, hendaklah ia berbaring". (Sahih. HR Ahmad 152, Abu Dawud 4782).
3. Rasulullah SAW mengajarkan apabila seseorang marah, hendaklah ia diam.
Dari Ibnu Abas r.a, Sabda Nabi SAW, "Apabila seseorang dari kalian marah, hendaklah ia diam". (Sahih. HR Ahmad 239, Bukhari;adabul mufrad 245).
4. Nabi SAW menjelaskan tentang keutamaan orang yang dapat menahan amarahnya.
Dari Mu'adz bin Anas al-Juhani r.a, Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa menahan amarah padahal ia mampu melakukannya, pada hari kiamat Allah S.T akan memanggilnya di hadapan seluruh makhluk, kemudian Allah menyuruhnya untuk memilih bidadari yang ia sukai". (Hasan. HR Ahmad 440, Abu Dawud 4777, at-Tirmidzi 2021 dan Ibnu Majah 4286)
Kesimpulan/ Faedah dari hadis-hadis tadi:
Orang yang marah hendaklah melakukan hal-hal berikut:
1. Berlindung kepada Allah dari godaan syaitan dengan membaca ta'awwudz.
2. Mengucapkan kalimat-kalimat yang baik, berzikir dan istighfar.
3. Hendaklah diam
4. Dianjurkan berwudhu' (ada riwayat tentang hal ini tetapi riwayatnya dhaif).
5. Merubah posisi, apabila marah dalam keadaan berdiri, hendaklah duduk, dan apabila marah dalam keadaan duduk, hendaklah berbaring.
6. Jauhkan hal-hal yang membawa kepada kemarahan.
7. Berikan hak badan untuk beristirehat.
8. Ingatlah akibat buruk dari amarah.
9. Ingatlah keutamaan orang-orang yang dapat menahan amarahnya.
Wallahu a'lam.
Friday, May 22, 2009
LET'S LEARN FROM THE AL-QUR'AN
In the life of this world, Allah created man for a single purpose: to serve Him by living by His precepts. For those who wish to be a servant to Him, He sent down the Qur'an as a book of guidance:
"It (the Qur'an) is a Book We have sent down to you, full of blessing, so let people of intelligence ponder its Sign and take heed".(Qur'an 38:29)
The Qur'an is not a book that consists solely of lawful and unlawful deeds;
it covers wide range of subjects, including descriptions pertaining to moral perfection, various characteristics of human beings, all situations and circumstances that are likely to occur in this life, information related to the life of this world and the hereafter, fear of God, love for Him, the ways to attain the good pleasure of God, etc.
In brief, the Qur'an is a book that consists of all the information that man may need throughout his life. It is the Book the Creator has sent to the created and it will remain as the sole guide for humanity until the Day of Judgement.
Those who are ignorant of the Qur'an and have prejudices regarding it assume that it only refers to the past and thus is irrelevant to our time. Contrary to the assumptions of these people, however, the Qur'an is not a book that only describes events that happened 1,400 years ago. It is a guide to humanity that informs man about events that happen in all ages, and about the Day of Judgement that puts an end to the life of this world.
A believer who becomes aware of the importance and indispensability of the Qur'an to his life must have a good knowledge of the Qur'an so that he can conduct his entire life in line with the principles of the Qur'an and thus serve God as is due.
IT IS HE WHO CREATED ALL THINGS
He is the Originator of the heavens and earth. How could He have a son when He has no wife? He created all things and He has knowledge of all things (Qur'an 6:101)
Whether you keep your words secret or say them out loud He knows what the heart contains. Does He Who created not then know? He is the All-Pervading, the All-Aware (qur'an 67:13-14)
Certainly they disbelieve who say: "Allah is Christ the son of Mary." But said Christ:"O Children of Israel! worship Allah, my Lord and your lord." Whoever joins other gods with Allah,-Allah will forbid him the Garden, and the Fire will be his abode. There will for the wrong-doers be no one to help. They disbelieved who say: Allah is one of three(in a trinity): for there is no god except One god. If they desist not from their word(of blasphemy), verily a grievous chastisement will befall the disbelievers among them. (Qur'an 5: 72-73)
Christ the son of Mary was no more than a messenger; many were the messengers that passed away before him. His mother was a woman of truth. They had both to eat their (daily) food. See how Allah doth make His signs clear to them; yet see in what they are deluded away from the truth!. (Qur'an 5:75)
Every self will taste death. We test you with both good and evil as a trial. And you will be returned to Us. (Qur'an 21:35)
Friday, April 17, 2009
Uban oh Uban....
Allah, Dialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian menjadikan(kamu) sesudah keadaan lemah itu kuat, kemudian menjadikan(kamu) sesudah kuat itu lemah(kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang dikehendakiNya dan Dialah yang Maha Mengetahui lagi Mahakuasa. (ar-Rum:54)
Allah SWT menciptakan Bani Adam dalam beberapa tahap:
- Tahap pertama; lemah - iaitu masa penciptaan mani hingga menjadi segumpal darah, segumpal daging hingga menjadi janin didalam rahim dan dilahirkan.
- Tahap kedua; kuat - masa muda dengan kesempurnaan kekuatan fizik dan akal.
- Tahap akhir; kembali lemah - masa lanjut usia, seseorang kembali lemah dan mulai tumbuh uban.
Uban..? eee...tak nak uban? Mari kita lihat kenapa dikurniakan uban kepada manusia:
1. Sekilas tentang uban:
Uban adalah salah satu tanda kekuasaan Allah SWT yang ada pada diri manusia. Ia merupakan peringatan.
أَوَلَمْ نُعَمِّرْكُم مَّا يَتَذَكَّرُ فِيهِ مَن تَذَكَّرَ وَجَاءَكُمُ النَّذِيرُ
"....Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi yang mau berfikir? Dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan?.... (Fathir:37)
Ibnu Abbas R.A menafsirkan ayat diatas: "pemberi peringatan dalam ayat ini maknanya ialah uban." Penafsiran serupa juga dikatakan oleh at-Thobari.
Kebiasaan uban akan tumbuh bila mencapai usia tua. Jika pun ada anak muda yang beruban, jarang sekali. Jika seseorang telah mencapai usia tua, bererti ia telah mendekati masa penangguhan umurnya didunia ini.
Di riwayatkan oleh at-Tirmidzi:3473; Nabi SAW bersabda, "Umur-umur umatku adalah antara 60 -70 tahun". Maka sangatlah memadai uban sebagai peringatan bagi orang-orang yang mahu memikirkan ayat-ayat Allah yang ada pada dirinya. Juga sebagai pencegah dari perbuatan maksiat kepadaNya.
2. Mencabut uban:
Uban yang telah tumbuh di rambut kepala tidak boleh dicabut. Ini berdasarkan hadis 'Amr bin Syuib R.A dari bapaknya dari datuknya, bahwasanya Nabi SAW bersabda, "Janganlah kalian mencabut uban, kerana ia adalah cahaya seorang muslim. Tidaklah seseorang yang beruban didalam Islam kecuali pasti Allah akan menulis baginya satu kebaikan dengan sebab ubannya itu, diangkat derajatnya dan dihapus satu kesalahannya."
Dari Anas bin Malik R.A berkata: kami membenci seorang laki-laki yang mencabut uban pada kepala dan janggutnya. (atsar riwayat Muslim:4321).
3. Hukum mewarnakan / menginaikan uban:
Secara umum sangatlah digalakan untuk menyelisihi perbuatan kaum Yahudi dan Nasrani yang enggan menginaikan uban. Sabda Nabi SAW, "Sesungguhnya orang Yahudi dan Nasrani tidaklah menginaikan, maka selisihilah mereka" (HR Bukhari :3203).
4. Menginaikan uban dengan warna hitam:
Islam tidak membolehkan seorang muslim menginaikan rambutnya dengan warna hitam. Hadis riwayat Abu Dawud:3679, sabda Nabi SAW, " Akan ada suatu kaum di akhir zaman yang mereka mewarnakan(rambutnya) dengan warna hitam seperti dada burung merpati. Mereka tidak akan mencium bau syurga."
MasyaAllah...tak cium bau syurga! kalau bau pun tak dapat, apa lagi nak masuk kedalamnya.
5. Menginaikan uban selain warna hitam:
Sebaik-baik adalah hina' dan katam, berdasarkan riwayat berikut:
Rasulullah SAW menginaikan rambutnya dengan warna kuning/perang. Abdullah bin Umar berkata: Adapun warna kuning, maka saya melihat Rasulullah SAW mewarnakan dengannya, lalu saya pun ikut suka mewarnakan dengannya." (atsar riwayat al-Bukhari 167, 5403)
Sabda Nabi SAW, " Sesungguhnya sebaik-baik alat yang digunakan untuk menginai rambut adalah hina' dan katam." (hadis riwayat Abu Dawud:3673)
Al-katam adalah tumbuhan yang menghasilkan inai warna hitam kemerahan, dan hina' ialah tumbuhan yang menghasilkan inai warna merah.
6. Menginaikan uban dengan berbagai warna:
Tamsyis (menginaikan rambut dengan berbagai warna) yang menyebabkan rambut menjadi berwarna-warni tidaklah diperbolehkan kerana ia menyerupai cara orang-orang fasik mewarnakan rambut.
Maka jika tidak kita tidak mengetahui tentang larangan-larangan tadi, maka tidak dihukumi berdosa, Firman Allah dalam at-Taubah:115
وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُضِلَّ قَوْمًا بَعْدَ إِذْ هَدَاهُمْ حَتَّىٰ يُبَيِّنَ لَهُم مَّا يَتَّقُونَ ۚ إِنَّ اللَّهَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ
"Dan Allah sekali-kali tidak akan menyesatkan suatu kaum setelah memberi petunjuk kepada mereka sehingga dijelaskanNya kepada mereka apa yang harus mereka jauhi. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu."
Namun, ketika telah mengetahui hukumnya, wajiblah segera bertaubat dari perbuatan tersebut dan menghilangkan warna tersebut dari rambut kita.
Thursday, April 16, 2009
Zikir Penghalang Azab Kubur
Beberapa faedah dari hadis:
- Dalam hadis ini terdapat penetapan bahawa azab kubur benar-benar ada.
- Di antara penyebab yang menghalangi seseorang dari azab kubur ialah bacaan surah al-Mulk.
- Anjuran membaca surah al-Mulk di malam hari dan menjadikannya sebagai salah satu zikir yang dibaca setiap malam.
- Keutamaan lain surah al-Mulk ialah sebagaimana sabda Nabi SAW:
Tuesday, April 14, 2009
The V V I Ps...
Para Sahabat mendapat kedudukan yang tinggi dan utama kerana mereka adalah umat yang paling tinggi akhlak dan perangainya. Mereka tetap istiqamah diatas iman, sehingga mereka mendapatkan apa yang telah dijanjikan kepada mereka.
Allah telah merakamkan redhaNya terhadap mereka ini didalam Surah at-Taubah:100 (maksudnya)..."Dan orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama(masuk Islam) diantara orang-orang Muhajirin dan Ansar, dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, ALLAH redha kepada mereka dan mereka pun redha kepada ALLAH. ALLAH menyediakan bagi mereka syurga-syurga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai. Mereka kekal didalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar."
MasyaALLAH...!! itulah kemenangan yang besar, yang agung. beruntung!! dirakamkan ALLAH didalam al-Quran.
Rasulullah SAW melarang keras umat Islam mencaci maki para Sahabat r.a : "Jangan kalian mencaci Sahabatku. Demi Rabb Yang diriku berada ditanganNya, jika seandainya salah seorang dari kalian memberikan infaq emas sebesar gunung Uhud, maka belumlah mencapai nilai infaq mereka meskipun (mereka infaq hanya) satu mudd(iaitu sepenuh dua telapak tangan) dan tidak juga separuhnya." Dari Sahabat Abu Sa'id al-Khudri, hadis riwayat al-Bukhari, Muslim, Abu Dawud, at-Tirmidzi, Ahmad.
Para Sahabat Nabi SAW ramai, namun mari kita kenal sebahagian yang Terkenal yang di riwayatkan dari seorang Sahabat Nabi SAW, 'Abdurrahman bin 'Auf, hadis sahih diriwayatkan oleh Abu Dawud,at-Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad, al-Hakim mengenai 10 orang Sahabat yang dijamin masuk syurga: Abu Bakar ash-Shiddiq, 'Umar bin al-Khaththab, 'Utsman bin 'Affan, 'Ali bin Abi Thalib, 'Abdurrahman bin 'Auf, az-Zubair bin Awwam, Sa'ad bin Abi Waqqash, Sa'id bin Zaid, Abu 'Ubaidah al-Jarrah dan Thalhah bin 'Ubaidillah. Ramai lagi Sahabat yang dijanjikan masuk syurga berdasarkan hadis-hadis riwayat yang lainnya.
In brief....
Abu Bakar ash-Shiddiq R.A
- Dilahirkan dua setengah tahun setelah tahun Gajah.
- Wafat pada tahun 13H, pada usia 63 tahun.
Nama lengkapnya adalah 'Abdullah bin Abi Qahafah, 'Utsman bin 'Amir al-Qurasyi Abu Bakar ash-Shiddiq R.A. Beliau adalah teman rapat Nabi SAW. Oleh kerana itu orang dewasa yang pertama di ajak Nabi SAW menyembah ALLAH adalah beliau. Seorang pedagang dan yang berakhlak baik, cukup terkenal. Diajaknya 'Utsman bin 'Affan, 'Abdurrahman bin 'Auf, Thalhah bin 'Ubaidillah, Sa'ad bin Abi Waqqash dan Zubair bin 'Awwam, kemudian Abu 'Ubaidah bin al-Jarrah. Menemani Nabi SAW baik sebelum maupun sesudah beliau menjadi Rasul, menemani ketika hijrah, dan ikut bersama Nabi SAW di setiap peperangan. Beliau adalah khalifah pertama selepas Nabi SAW wafat dan dijamin masuk syurga. Kata-katanya yang masyhur ketika dilantik menjadi Khulafa al-Rashidin yang pertama:
"Amma Ba'd. wahai manusia, aku sudah dijadikan penguasa atas kamu sekelian, dan aku bukanlah orang yang terbaik diantara kamu. Kalau aku berlaku baik, bantulah aku. Kebenaran adalah sesuatu kepercayaan, dan dusta adalah pengkianatan. Orang yang lemah di kalangan kamu adalah kuat di mata aku, sesudah haknya nanti aku berikan padanya-insyaAllah, dan orang yang kuat, adalah lemah sesudah haknya aku ambil-insyaAllah. Apabila ada golongan yang meninggalkan perjuangan di jalan Allah, maka Allah akan menimpakan kehinaan kepada mereka. Apabila kejahatan itu sudah meluas pada suatu golongan, maka Allah akan menyebarkan bencana kepada mereka. Taatilah aku selama aku taat kepada perintah Allah dan RasulNya. Tetapi apabila aku melanggar perintah Allah dan Rasul maka gugurlah kesetiaanmu kepadaku. Dirikan Solat. Allah akan merahmati kamu sekelian."
'Umar bin al-Khaththab R.A
- Wafat pada tahun 23H(644M)
Berkulit putih kemerah-merahan, tegap, tegas, pantas , gagah bermain pedang. Menjadi Khalifah yang ke-2 selepas Abu Bakar ash-Shiddiq pada tahun 11H(633M). Pada masa pemerintahannya beliau telah mengembangkan empayar Islam ke Iraq, sebahagian iran, Mesir, Palestin, Syria, Afrika Utara. Abu Musa al-Ashari (Gabenor Basra ketika itu) menghantar utusan kepada 'Umar menyatakan kesukarannya memberi keutamaan melaksanakan arahan 'Umar kerana tiada tarikh. 'Umar kemudiannya mengadakan majlis perbincangan untuk mengadakan tarikh(kalendar). Pelbagai cadangan diberikan oleh majlis, dan diantaranya 'Ali bin Abi Thalib R.A mengesyorkan tarikh dimulakan pada tahun hijrahnya muslimin dari Makkah ke Madinah. Maka itulah permulaannya kalendar Hijrah.
Rasulullah SAW pernah mengkhabarkan kepadanya bahwa 'Umar akan mati sebagai Syuhada. Anas bin Malik R.A meriwayatkan, ketika Rasulullah SAW mendaki gunung Uhud, Beliau disertai oleh Abu Bakar, 'Umar, 'Utsman, 'Ali R.A, lalu gunung itu bergetar. Beliau pun menghentakkan kakinya, bersabda: "Tenanglah Uhud, kerana diatasmu ada seorang nabi, seorang shiddiq dan dua orang syahid."( Hadis riwayat al-Bukhari:3675). Sebagaimana dikhabarkan Rasulullah SAW, 'Umar R.A telah dibunuh oleh Abu Lu'lu al-Majusi ketika beliau mengimami kaum muslimin solat subuh di Masjid Nabawi pada tahun 23H.
'Utsman bin'Affan R.A
- Lahir 7 tahun sebelum Rasululullah SAW
- Wafat pada tahun 35H(655M) pada umur 84tahun.
Beliau adalah Abu 'Amru, Abu 'Abdillah 'Utsman bin 'Affan bin Abi al-Ashi R.A. Mempunyai kaitan darah dengan Nabi SAW daripada keturunan 'Abdu Manaf. Memeluk Islam ditangan Abu Bakar ash-Shiddiq R.A dan antara golongan terawal masuk Islam. Merupakan Khalifah yang ketiga. Dilantik pada tahun 24H selepas 3 hari pengkebumian 'Umar R.A. Antara 4 Khulafa al-Rashidin, beliaulah yang lama menjadi khalifah (hampir 12 tahun). Antara 10 orang yang dijanjikan syurga. Seperti mana yang diriwayatkan oleh al-Bukhari :2778, Nabi SAW menjanjikan balasan syurga bagi sesiapa yang membeli telaga Ruumah yang bernilai 20ribu dirham untuk diminum oleh kaum muslimin, dan beliaulah yang membeli telaga tersebut. Beliau tidak menyertai perang Badar kerana merawat Ruqayyah. Satu-satunya Sahabat yang mengahwini 2 orang anak Nabi SAW, iaitu Ruqayyah dan Ummu Kulthum. Rugayyah R.A wafat pada tahun ke-2H. Kemudian Utsman berkahwin dengan Umm Kulthum R.A, yang kemudian wafat pada tahun ke-9H di Madinah. Kerana itu dia digelar Dzun Nuurain. Nabi SAW paling malu dengan beliau, hingga Baginda menyatakan bahawa malaikat juga turut malu dengan 'Utsman. Antara usaha beliau yang amat besar adalah mengumpulkan al-Quran selepas manusia berpecah. Seperti 'Umar R.A, 'Utsman telah syahid dibunuh dirumahnya.
'Ali bin Abi Thalib R.A
- Wafat pada tahun 40H(660M)
Khalifah yang ke-4. Sepupu Rasulullah SAW, juga menantu Baginda dengan mengahwini Fatimah R.A. Beliau merupakan kanak-kanak yang pertama masuk Islam ketika berumur lebih kurang 9 tahun. Ali R.A telah diambil oleh Rasulullah SAW dan mengasuhnya dari kecil, kerana pada masa itu suku Quraisy sedang mengalami suatu krisis, dan Abu Thalib adalah keluarga yang banyak anaknya.
Pada suatu ketika pada awal kerasulan Nabi SAW, 'Ali telah nampak Baginda dan Khadijah R.A sedang sembahyang. Ali bertanya "kepada siapa kalian sujud?". "Kami sujud kepada ALLAH, Yang mengutusku menjadi nabi dan memerintahkan aku mengajak manusia menyembah ALLAH", jawab Nabi SAW. Lalu Baginda mengajak sepupunya itu beribadat kepada ALLAH. Dia meminta waktu untuk berunding dengan ayahnya. Semalaman dia merasa gelisah. Keesokan harinya, katanya: "Tuhan menjadikan aku tanpa aku perlu berunding dengan Abu Thalib. Apa gunanya aku harus berunding dengan dia untuk menyembah ALLAH." Ketika waktu hijrah Nabi SAW ke Madinah, Ali R.A telah tidur ditempat Nabi SAW untuk mengelirukan kaum Quraisy ketika itu yang mahu menggagalkan hijrah Baginda. 'Ali bin Abi Thalib R.A mempunyai tempat yang istimewa di hati Rasulullah SAW.
Hampir semua peperang dia sertai kecuali perang Tabuk kerana mewakili Nabi SAW menjaga Madinah. Beliau seorang yang cekap dalam ketenteraan dan strategi perang. Mengalami kesulitan di zaman pemerintahannya kerana kekacauan yang luar biasa akibat peristiwa pembunuhan Khalifah 'Utsman bin 'Affan R.A. Kekacauan itu kurang dapat diselesaikan kerana fitnah yang sudah terlanjur meluas dan sudah diisyaratkan (akan terjadi) oleh Nabi SAW ketika Baginda hidup. Untuk pertama kalinya perang saudara antara umat Muslim terjadi iaitu perang Jamal((unta). Diketuai oleh 'Ali dan sepasukan lagi dipimpinan Zubair bin'Awwam, Talhah bin 'Ubaidillah dan Ummul Mu'minin 'A'isyah binti Abu Bakar R.A. Tidak hanya selesai disitu, konflik berkepanjangan terjadi hingga akhir pemerintahannya. Perang Siffin yang telah melemahkan kekhalifahannya juga berawal dari konflik tersebut.Beliau meninggal di usia 63 tahun, syahid dibunuh oleh Abdrrahman bin Muljam, seorang yang berasal dari golongan Khawarij(pembangkang) ketika beliau mengimami solat subuh di masjid Kufah pada tanggal 19 Ramadhan, dan menghembus nafas terakhirnya pada 21 Ramadhan tahun 40H.
Monday, April 6, 2009
Let's get to know some of the VIPs.......
A. Imam as-Syafi'i r.h
- Lahir di Gaza Palestin pada tahun 150H(767M)
- Wafat di Mesir tahun 204H(819M) dalam usia 54 tahun
B. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah r.h
- Lahir pada hari Isnin,14 rabi'ul Awwal 661H(1262M) di Harran(daerah dekat Syria)
- Wafat di penjara tahun 728H(1327M)
Beliau seorang Mujaddid yang berjuang untuk menegakkan kebenaran, berjuang untuk menegakkan al-Quran dan as-Sunnah menurut pemahaman para Sahabat R.A tetapi ahlul bid'ah dengki kepada beliau, sehingga banyak yang menuduh dan memfitnah. Beliau menjelaskan yang haq tetapi ahli bid'ah tidak senang dengan dakwahnya hingga diadukan kepada pemerintah pada masa itu, akhirnya beliau beberapa kali di penjara hingga wafatnya pun ketika dia di penjara.
C. Imam Ahmad bin Hanbal r.h
- Lahir di Turkmenistan utara Afghanisan pada tahun 164H(780M)
- Wafat di Baghdad pada 241H(855M)
D. Imam an-Nawawi r.h
- Dilahirkan pada 631H (1233M) di Hauran di Syria.
- Wafat di sisi ahli keluarga di Nawa pada 676H(1277M)
E. Imam al-Bukhari r.h
- Dilahirkan pada 14 Syawal 194H(809M) di kota Bukhara, di timur Turkestan
- Wafat pada malam Aidul fitri 256H(869M) di Khartank dekat Samarkand
F. Imam Muslim r.h
- Dilahirkan pada 202H(817M) atau 206H(821M) di Nishapur, sebuah bandar di Iran
- Wafat di pendalaman Nishapur pada 261H(875M)
Kedua-dua kitab Shahiih Bukhari dan kitab Shahiih Muslim kadang kala disebut sebagai Shahihain (bermaksud dua kitab yang sahih). Mereka juga di gelar sebagai as-Syaikhani (bermaksud dua tokoh ulama' hadis). Hadis yang diambil dari periwayatan kedua-dua tokoh ini di sebut hadis muttafaqun 'Alaihi iaitu hadis tersebut disepakati sahih oleh Imam Bukhari dan juga Imam Muslim.
G. Ibn Majah r.h
- Dilahirkan di Qazvin Parsi pada 209H(824M)
- Wafat pada tahun 273H(887M)
H. Ibn Katsir r.h
- Dilahirkan di Damsyik, Syria pada 701H(1302M)
- Wafat pada tahun 774H(1373M)
Nama beliau ialah al-Imam Abu al-fida' Ismail bin al-Khatib Ibn Katsir. Seorang ahli hadis, ahli tafsir dan ahli sejarah yang masyhur dalam abad ke-8 hijrah. Kitab tafsirnya yang terkenal berjudul Tafsir al-Quran al-'Adzim menjadi rujukan para pencinta ilmu al-Quran hingga ke hari ini, diterjemahkan kedalam pelbagai bahasa pada masa kini.
I. Abu Daud r.h
- Dilahirkan pada tahun 202H(818M)
- Wafat pada tahun 275H(889M) di Basrah, Iraq
Sebahagian Ulama'- ulama' abad ini:
Syeikh Muhammad Ibn Shalih al-Uthaimin r.h
- Dilahirkan di Madinah('Unaizah) pada tahun 1347H(1929M)
- Wafat di Hospital pakar al-Malik Faisal di Jeddah pada tahun 1421H(2000M)
Dimana sahaja beliau berada, sentiasa dikelilingi oleh orang ramai, bertanyakan kepadanya apa sahaja soalan. Beliau disukai dan diredhai oleh sesiapa sahaja yang mengenalinya. Menerima Anugerah Ijazah Kehormat al-Malik Faisal peringkat antarabangsa pada tahun 1414H(1993M).
Beliau diujiNya dengan sakit sopak(sejenis penyakit kulit). Dengan budi pemerintah Arab Saudi pada waktu itu, beliau telah diterbangkan ke Amerika Syarikat bagi mendapatkan rawatan. Diceritakan oleh saudara maranya yang terdekat, ketika sepasukan pakar perubatan Amerika Syarikat menjelaskan kepada beliau bahawa proses rawatan boleh menyebabkan keguguran rambut, beliau bertanya: "Termasuk janggut saya sekali?" mereka menjawab:"Ya". Beliau berkata:"Saya tidak suka mengadap Tuhan saya nanti tanpa janggut".
Beliau pulang semula ke negaranya lalu dimasukan di hospital al-Malik Faisal. Tidak lama selepas itu, pada hari ke-9 Ramadhan beliau bertolak ke Makkah untuk menyampaikan kuliah hariannya menggunakan mikrofon dari sebuah bilik yang khusus yang terletak di dalam kawasan Haram berhampiran dengan pintu umrah. Selepas itu beliau kembali semula ke hospital dan dimasukan ke wad rawatan rapi sehingga sampai ajalnya rahimahullah.
Kata-kata beliau yang mashyur:
"Mintalah dalil sebelum kamu menentukan dan janganlah menentukan kemudian baru meminta dalil kerana ia menyebabkan kau akan sesat."
Syeikh Abdul 'Aziz bin Baz r.h
- Dilahirkan di Riyadh pada 1330H(1909M)
- Wafat di Tha'if pada 1420H(1999M) dimakamkan di al-Adl Makkah
Muhammad Nashiruddin al-Albani r.h
- Dilahirkan pada 1332H(1914M) di Albania
- Wafat pada 1420H(2 Oktober 1999M)
Dikenali sebagai al-Albani. Lahir didalam keluarga yang miskin. Dari Albania, berpindah ke Syria. Bekerja sebagai pembaiki jam. Ayahnya bermazhab Hanafi. Beliau berselisih pendapat dengan ayahnya. Berpindah ke Jordan kemudiannya. Kitab pertama yang dikaji ialah Ihya Ulumuddin (Zainuddin al-Iraqi mengulas didalam Ihya Ulumuddin terdapat lebih 900 hadis palsu dan dhaif). Beliau seorang Mujaddid(pembaru), ahli hadis dan pelopor Sunnah abad ini. Dijemput oleh Abdul 'Aziz Ibn Baz ke Universiti Madinah sebagai pensyarah. Beliau berselisihan pendapat dengan pemerintah dalam bab - hijab, garis Hajarul Aswad dan pengurusan jenazah. Beliau kemudian balik ke Jordan. Banyak meluahkan tenaga mengkaji dan membersihkan hadis-hadis Rasulullah SAW daripada yang palsu dan yang tersangat lemah. Banyak menulis buku-buku yang membezakan antara amalan sunnah dan bid'ah.
Prof Dr. Muhammad Yusuf al-Qaradhawi
- Lahir pada 1344H(1926M) di Mesir
Berkelulusan al-Azhar. Kini bertugas sebagai Deen Syari'ah dan Islamic Studies, juga Director for Centre of Sunnah and Sirah Studies di University of Qatar. Mengarang puluhan buku dalam isu-isu Islam mutakhir dan sehingga kini buku-bukunya yang sudah diterjemahkan ke bahasa kita (Malaysia & Indonesia). Diiktiraf dunia sebagai salah seorang ulama' mutakhir yang banyak berusaha memberikan kefahaman dan menyelesaikan isu-isu dunia Islam masa kini.
Prof. Dr. Wahbah al-Zuhaili
- Dilahirkan di Damsyik, Syria pada 6 Mac 1932M(1350H)
Seorang ahli fiqh yang masyhur di Damsyik, Syria. Pensyarah dalam Fakulti Fiqh dan Syari'ah Islam di Universiti Islam Damsyik. Kitab Fiqh dan Perundangan Islam masyhur dijadikan sumber rujukan ajaran fiqh Islam dari sudut mahzab-mazhab yang empat. Antara karangan beliau yang lain ialah kitab tafsir al-Quran al-Tafsir al-Munir.
Seorang yang mempunyai disiplin yang tinggi dari segi waktu dan peraturan, menyebabkan beliau dapat mengarang buku-buku dengan banyak terutama diwaktu subuh yang amat diberkati ALLAH. Beliau kurang menyenangi orang-orang yang melanggar disiplin, temujanji dan melambatkan tugas.
Hasan al-Banna r.h
- Dilahirkan di Mesir pada 1323H(1906M)
- Wafat di Kaherah Mesir pada 1368H(1949M)
Seorang tokoh pergerakan dan pembaharuan Islam yang pengaruhnya dirasai oleh seluruh dunia. Bernaungkan prinsip al-Quran dan as-Sunnah, al-Banna memulakan gerakan Ikhwanul Muslimin (Persaudaraan Islam) yang antara lain berusaha untuk menghapuskan permisahan antara politik dan agama (secularism), memupuk semangat kehidupan Islam yang sebenar, menghindari perselisihan dan perpecahan umat dan memodenkan semula umat berdasarkan Islam. Perjuangannya meliputi aspek moral, sosial, pendidikan, wanita, ekonomi, sains dan politik. Walaubagaimanapun perjuangan beliau tidak lama kerana pada usia 43 tahun, nyawanya ditamatkan melalui tembusan peluru, dipercayai berpunca dari tembakan anggota perisik pemerintah.
Sunday, April 5, 2009
Istilah dan ta'rif - in the nutshell
1. Hadis
- Dari segi bahasa adalah berita dan perkara baru.Dari segi istilah adalah apa saja yang disandarkan kepada Rasulullah SAW dari segi perkataan, percakapan, perbuatan, sifat akhlak(peribadi) dan sifat kejadian samada sebelum maupun selepas baginda diutuskan menjadi rasul.
2. As Sunnah
- Dari segi bahasa adalah jalan atau cara hidup samada ia terpuji ataupun tercela.Dari segi istilah, ulama' hadis mengatakan ta'rifnya adalah sama dengan hadis. Lawan bagi as-Sunnah ialah al-Bid'ah.
3. Pembahagian Sunnah
- Qawliyah(percakapan)
- Fi'liyah(perbuatan)
- Taqririyah(pengakuan)
- Khalqiah(kejadian)
- Khuluqiah(akhlak)
4. Peranan Sunnah
- Menguatkan nas-nas al-Quran
- Menerangkan nas-nas yang tidak jelas maksudnya (Mujmal)
- Menentukan nas yang umum
- Membatasi nas al-Quran yang mutlak
- Menguatkan hukum-hukum yang terdapat asasnya didalam al-Quran
5. Istilah Hadis
- Sanad - Rangkaian perawi untuk sampai ke matan hadis. Perawi ialah orang-orang yang meriwayatkan sabda Nabi bermula dari zaman Sahabat, tabiin(orang yang mengambil terus dari sahabat), tabiit tabiin(orang yang mengambil terus dari tabiin) dan seterusnya.
- Matan - Lafaz-lafaz hadis yang membawa makna yang berada diakhir sanad.
Contoh: Hadis yang dipetik dari kitab Shahih al-Bukhari: "diceritakan kepada kami oleh al-Humaidi 'Abdullah bin az-Zubair, (dia) berkata, diceritakan kepada kami oleh Sufyan,(dia) berkata, diceritakan kepada kami oleh......oleh...oleh...dia berkata aku mendengar Umar bin al-Khattab berkata, aku mendengar Rasulullah SAW bersabda:"sesungguhnya setiap amal tidak lain adalah berdasarkan niat...."(hingga akhir).
sanad-yang berwarna merah
matan-yang berwarna biru
- Al-Musnad - Kitab yang terkumpul didalamnya segala yang diriwayatkan oleh para sahabat r.a daripada hadis-hadis Rasulullah SAW
- Al-Musnid - Orang yang meriwayatkan hadis dengan sanadnya semata-mata samada dalam keadaan mengetahui ilmu hadis atau tidak
- Al-Muhaddis - Gelaran kepada mereka yang menguasai ilmu riwayah dan dirayah, mendalami sanad-sanad dan kecacatan sesuatu hadis, mengetahui perawi-perawi hadis dan riwayat-riwayat yang ada pada zamannya serta BENAR-BENAR melibatkan diri dalam periwayatan hadis tersebut. Menghafaz sejumlah besar dari matan hadis dengan mengambil daripada kitab-kitab sahih,faham dan mengetahui perkara-perkara yang luar biasa sehingga tahu membezakan perkara-perkara tersebut. Kedudukan al-Muhaddis adalah lebih tinggi dari al-Musnid
- Al-Hafiz - Gelaran kepada mereka yang meriwayatkan hadis dengan sanadnya sendiri. Menguasai ilmu riwayah dan dirayah dan jumlah hadis yang diketahuinya adalah lebih banyak daripada yang tidak diketahuinya. Setengah ulama' mengatakan ilmu seorang al-Hafiz meliputi sekitar 100 ribu hadis. Contoh al-Hafiz: Imam az-Zahabi, Imam al-Khatib al-Baghdadi.
- Al-Hujjah - Sama seperti maksud gelaran Al-Hafiz, ilmunya meliputi kepada 300 ribu hadis. Contoh: Imam ad-Darimi, Imam at-Tabrani dan Imam Sufyan Ibn Uyainah
- Al-Hakim - Orang yang mengetahui kebanyakan dari hadis dan apa saja yang berkaitan dari segi matan dan sanad,perawi dsbnya. Contoh: Imam Abu Daud dan Imam at-Tirmidzi
- Amirul Mukminin Dalam Hadis (Al-Imam) - Gelaran yang tertinggi dikalangan para imam-imam hadis diatas. Mereka menjadi sumber rujukan utama kepada imam-imam selepas mereka dan ilmu mereka meliputi SEMUA bab yang berkaitan dengan ilmu hadis. Antara mereka yang berhak mendapat gelaran ini ialah Imam Sufyan at-Thauri, Imam al-Bukhari, Imam Muslim dan Imam Ibn Hajar al-Asqalani
6. Pembahagian Hadis
- Shahih - Hadis yang mencukupi syarat-syarat berikut:
- Besambung sanadnya
- perawi yang dhabit(kuat dalam hafalan atau menulis hadis)
- tidak syaz
- tiada sebarang 'illah
- Dhaif(mardud) - Terdapat beberapa sebab yang menjadikan sesuatu hadis itu dhaif:
- Dhaif kerana sanadnya gugur samada seorang atau dua atau berturut-turut pada pertengahan.
- Dhaif kerana hilang syarat dhabit
- Dhaif kerana kehilangan syarat 'adalah -
- hadis Maudhu' (hadis palsu). berbohong dengan menggunakan nama Rasulullah. Ulama' hadis sepakat menyatakan haram hukumnya meriwayat hadis palsu.
- hadis munkar
- dhaif jiddan
- dhaif
7. Pembahagian hadis mengikut sandarannya
- Hadis Qudsi - Apa saja hadis yang maknanya datang dari Allah SWT samada dalam bentuk mimpi atau ilham dan lafaznya dari Nabi SAW
- Hadis Marfu' - Hadis yang disandarkan kepada Nabi samada perkataan, perbuatan mahupun pengakuan, baik yang berhubung sanadnya atau tidak
- Hadis Mauquf - Fatwa atau perkataan Sahabat sendiri yang diriwayatkan kepada kita. Juga digelar athar. Dinamakan mauquf kerana fatwa atau perkataan itu terhenti pada sahabat, tidak pada Nabi
- Hadis Maqtu' - Segala apa yang disandarkan kepada tabi'in dan tabiit tabi'in samada dalam bentuk perkataan, pekerjaan, perbuatan atau sumpamanya
Saturday, March 28, 2009
Cinta?...Mari bercinta..the islamic way!!
Mencintai baginda merupakan ibadah. Bahkan ia sebahagian daripada kewajipan.! Hmmm...ye ke? Kata Anas bin Malik r.a, Rasulullah bersabda:
"Tidak sempurna iman seseorang sehingga dia mencintaiku lebih daripada ibubapanya, anaknya dan seluruh umat manusia." HR al-Bukhari & Muslim.
"Macamana ya nak mendapatkan perasaan cinta terhadap rasulullah?"..begini...
Pertama, Muhammad bin Abdullah dipilih sebagai rasul untuk menyampaikan agamaNya kepada umat manusia. Maka jika ALLAH tidak meredhainya, sudah tentu baginda tidak dijadikan sebagai mahkluk yang terpilih. Wajib mencintai orang yang paling dicintai ALLAH dan meredhai orang yang diredhaiNya, baginda adalah kekasih ALLAH yang amat mulia. Inilah peringkat cinta yang paling tinggi.!
Jundub r.a berkata dia pernah mendengar Rasulullah s.a.w bersabda 5 hari sebelum kewafatannya:
Aku berlepas diri drp ALLAH bahawa aku telah menentukan salah seorang antara kamu sebagai kekasih, sebab ALLAH telah menjadikan diriku sebagai kekasih, seperti Nabi Ibrahim dijadikan kekasihNya. Sekiranya aku dibenarkan melantik salah seorang dari umatku sebagai kekasih, maka aku akan melantik Abu Bakar sebagai kekasihku." HR Muslim(532).
Kedua, mengetahui kedudukan baginda - sebaik-baik manusia. Abu Hurairah r.a berkata, Rasulullah s.a.w bersabda:
"Aku adalah pemimpin keturunan Adam pada hari kiamat. Aku adalah orang yang pertama yang keluar dari kubur. Aku adalah orang yang pertama yang memperolehi syafaat dan aku adalah orang pertama yang dibenarkan memberi syafaat." HR Muslim(2278).
Ketiga, kita wajib tahu Nabi s.a.w telah menghadapi pelbagai dugaan demi menyampaikan ajaran Islam kepada kita. Baginda pernah disakiti, dipukul, dicela, dimaki dan dipulaukan oleh orang yang paling hampir dengannya.
Keempat, kita mencontohi para sahabah dalam mencintai nabi s.a.w. Mereka amat mencintai baginda lebih daripada harta benda, anak dan diri sendiri. Berkata Anas bin Malik r.a:
"Semasa perang Uhud, kaum muslimin melarikan diri dan meninggalkan nabi s.a.w. Abu Talhah berdiri dihadapan nabi s.a.w dan melindungi baginda dengan perisainya. Abu Talhah merupakan seorang yang mahir memanah. Ketika itu, dua atau tiga busur anak panahnya patah. Ada seorang lelaki lalu disitu dengan membawa sarung anak panah. Lantas nabi s.a.w bersabda: Berikanlah ia kepada Abu Talhah! kemudian nabi s.a.w menjengokkan kepalanya untuk melihat keadaan manusia disitu. Abu Talhah segera berkata: Wahai Nabi ALLAH! demi kemuliaan ayah dan ibuku, janganlah engkau menjengokkan kepala! nanti engkau terkena lemparan anak panah pasukan musuh. Biarlah tengkokku yang terkena lemparan anak panah dahulu sebelum tengkokmu." HR al-Bukhari & Muslim.
Kelima, hendaklah mengikuti Sunnahnya, sama ada perkataan maupun amalan. Ingat tak tagline musim world cup?.. "hidup bola, tidur bola, makan bola". Sudah tentu Sunnah rasulullah lebih dari itu, tak bermusim, mencontohi Sunnahnya dalam seluruh aspek.
Semoga ALLAH menganugerahkan kita kecintaan kepada Rasulullah s.a.w melebihi segala yang kita miliki...
Thursday, March 26, 2009
MAU JADI MUSLIM?..MESTI DENGAN ILMU
Tapi cukupkah sekadar ingin ke syurga tapi main rempuh saja jalan yang mana harus diikuti untuk sampai ke sana?
Hanya satu jalan yg selamat, yg lurus. Jalan yang didoa,diminta,dibaca sekurang-kurangnya 17 kali setiap hari... Jalan itu adalah ajaran yang telah Allah wahyukan kepada Rasul-rasulNya dan Kitab-kitab yang telah diturunkan kepada mereka. Tidak ada satu pun yang dapat sampai kepadaNya tanpa melalui jalan tersebut.
Doa seorang muslim setiap hari agar diberikan petunjuk ke jalan yang lurus hanya dapat direalisasikan dengan menuntut ilmu syar'i, belajar agama yang benar berdasarkan al-Quran dan as-Sunnah yang sahih menurut pemahaman para Sahabat(Salafush Shalih) dan mengamalkannya seperti pengamalan mereka kerana sesungguhnya mereka adalah orang yang mengikuti Sunnah Nabi dengan benar.
Melakukan sesuatu amalan baik (amal soleh) didalam islam mesti memenuhi dua (2) syarat:
1. Ikhlas kerana Allah
Makanya tidak amal soleh jika bersedekah agar dipuji orang, tidak amal soleh jika memakai kerudung menutup rambut kerana fesyen....
2. Menepati ajaran al-Quran dan as-Sunnah
Makanya tidak amal soleh jika mereka-reka selawat keatas nabi tidak seperti yg diajarkan Baginda, tidak amal soleh jika solat tidak seperti solat nabi, tidak juga dikatakan amal soleh menganjur tabung amal dengan berkonsert terkinja-kinja sana sini....
"Apa salahnya...itukan benda baik".... memang salah! salah! salah! Matlamat baik anda tidak semestinya menghalalkan cara anda.
"tak apa lah kita buat, tak kan Allah tak tahu niat baik kita. Nabi tak apalah buat macam tu, dia kan nabi, kita ni siapa.."
Kalau lah islam ini dianuti atas dasar sentimen "siapa-siapa rasa perbuatan dia baik, buatlah, tak pe, Allah tahu niat kita" maka apa perlunya para Rasul, yang diwahyukan kepada mereka cara mengabdikan diri, menyembah Allah sebagaimana yang Dia mahu.
Robin Hood juga niat baik, merompak orang kaya nak bantu orang miskin!! niat membantu itu baik namun caranya salah!. Niat baik mencintai Rasullullah namun berhimpun lelaki perempuan, memegang sepanduk maulid, menyanyi-nyanyi dijalanan itu salah caranya. salah! salah! salah!
"Habis tu macamana?"....Macam ini...Hayatilah, anutilah, amalilah islam dengan ILMU.
Ilmu macamana, bagaimana, dimana?...Ilmu yang Nas-nas (kata orang moden - reference) adalah.....al-Quran dan Hadith mengikut pemahaman Salafush Shalih dan para Imam yang mengikuti jejak mereka.
Kepada insan-insan yang mengada-adakan sesuatu yang baru, yang tidak ada contoh sebelumnya dari Rasulullah, ingat....!!!.. agama ini TELAH SEMPURNA. COMPLETED. WAHYU TELAH TERPUTUS DAN KENABIAN TELAH DITUTUP. Perkara dari sekecil-kecilnya seperti istinja hingga hal yang paling utama iaitu aqidah sudah disampaikan oleh Nabi SAW.
"....pada hari ini telah KUsempurnakan untukmu agamamu,dan telah KUcukupkan kepadamu nikmatKU, dan telah KUredhai Islam itu jadi agama bagimu...." (al-Maaidah:3)
Rasullullah bersabda "Barangsiapa yang mengada-adakan dalam urusan(agama) kami ini, sesuatu yang bukan bagian darinya,maka amalannya TERTOLAK" HR al-Bukhari dan Muslim, dari 'Aisyah r.a.